Asal Muasal Penamaan Rumah Belajar Kita

IMG_1622[1]
Co-Founder RBK : Semangat Membangun Peradaban
September 29, 2017
IMG_9860[1]
Testimoni Relawan : Membuat Hari Minggu Lebih Berfaedah
October 3, 2017
Show all
OKHX3677[1]

Pernah bertanya-tanya  nggak sih kenapa namanya Rumah Belajar Kita? Yuk kita simak ada apa dibalik penamaan RBK. .

Jadi waktu awal adanya kegiatan ini, para perintis kegiatan berembug ceritanya buat nentuin nama yang pas buat kegiatan-belajar-mengajar-anak-yatim-dan-dhuafa ini. Sampe-sampe waktu itu emang sengaja luangin waktu lho buat nginep pas hari biasa di salah satu tempat, saking susahnya buat kumpul pas weekend. Lagipula biasanya kalau uda weekend kita uda sibuk sama nyiapin materi yang mau diajar, seakan nggak cukup waktu 24 jam. .

Tapi ternyata milih nama itu nggak segampang membalikkan telapak tangan. Malam itu terkumpul beberapa nama ajuan para sahabat relawan, sampai-sampai suasana hening saking kehabisan ide. Akhirnya, saat waktu menunjukkan hampir pukul 03.00 dini hari, hingga akhirnya nama “Rumah Belajar Kita” tercetus dari sang founder.

Arti kata rumah dipilih memang sebagai metafor yang menggambarkan tempat atau wadah berkumpul orang-orang yang memiliki ikatan seperti keluarga, kemudian kata “Belajar”, sebagai inti dari adanya gerakan sosial-pendidikan ini. Dan yang paling menarik adalah pemilihan kata “Kita” yang melambangkan bahwa dalam gerakan ini, tidak hanya adik-adik saja yang belajar, namun para relawan bahkan bahkan masyarakat lain ikut belajar didalamnya.
Bayangkan saja, para relawan yang saat itu kebanyakan bukanlah seorang pengajar atau memiliki kemampuan mengajar, akhirnya secara sukarela dan antusias “belajar” untuk mempersiapkan kegiatan sehingga nilai-nilai kebaikan yang ingin ditanamkan kepada para adik dapat tersampaikan.
Nama Rumah Belajar Kita adalah sebuah doa, agar setiap insan yang ada didalamnya kemudian menjadi manusia pembelajar. Seperti yang dikatakan oleh Andrias Harefa dalam bukunya yang berjudul “Menjadi Manusia Pembelajar, Penerbit Buku Kompas”, tahun 2000; hlm.30-31.
Manusia pembelajar adalah setiap orang (manusia) yang bersedia menerima tanggung jawab untuk melakukan dua hal penting, yakni: pertama, berusaha mengenali hakikat dirinya, potensi dan bakat-bakat terbaiknya, dengan selalu berusaha mencari jawaban yang lebih baik tentang beberapa pertanyaan eksistensial seperti: Siapakah aku ini?; Dari mana aku datang?; Kemanakah aku akan pergi?; Apa yang menjadi tanggung jawabku dalam hidup ini?; Kepada siapa aku percaya?; dan kedua, berusaha sekuat tenaga untuk mengaktualisasikan segenap potensinya itu, mengekspresikan dan menyatakan dirinya sepenuh-penuhnya, seutuh-utuhnya, dengan cara menjadi dirinya sendiri dan menolak untuk dibanding-bandingkan dengan sesuatu yang “bukan dirinya”.

 

Silmina Ulfah, Co-Founder RBK.

———————————————

Follow kami di :

IG :  www.instagram.com/rumahbelajarkita

Twitter : www.twitter.com/rumahblajarkita

FB : www.facebook.com/RumahBelajarKita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *